Articles

TRADISI KENIKMATAN PALSU DAN PERAYAAN PEMBEBASAN PEREMPUAN DALAM FILM SEHIDUP SEMATI (2023)
24 Okt 2025

Over-Poetic sebagai Teror Baru: Kritik atas Eksperimen Art-Horror Garin Nugroho dalam Puisi Cinta yang Membunuh
31 Agu 2025

Liyan yang Liyan: Representasi Karakter Queer dalam Film Gowok Kamasutra Jawa
31 Agu 2025

Aparatus Rekonsiliasi: Reproduksi Kekerasan Budaya dalam 'Kupu-Kupu Kertas'
"Kupu-Kupu Kertas" dalam judulnya menjadi metafora bagi film itu sendiri: sebuah objek yang rapuh dan indah secara estetis, yang terbang di atas permukaan kuburan massal, namun pada akhirnya tidak mampu menanggung beban sejarah. Ke depan, keterlibatan sinematik dengan tragedi 1965 perlu berani melepaskan diri dari aparatus melodrama. Diperlukan film-film yang merangkul kompleksitas, mengedepankan suara para penyintas tanpa menuntut narasi viktimisasi yang sederhana, dan berani mengkonfrontasi kekerasan struktural yang terus membentuk masyarakat Indonesia hingga hari ini.
31 Agu 2025

Melihat Penuturan Mitos dalam 3 Babak Narasi Pulung Gantung: Pati Ngendhat (2025)
Mitos horor menjadi salah satu bentuk cerita yang paling populer, baik mitos yang dituturkan melalui medium teks, audio, maupun visual. Noël Carroll dalam bukunya The Philosophy of Horror: Or, Paradoxes of the Heart (1990) menjelaskan bahwa cerita horor umumnya mengikuti konsep “entering the house of the monster.” Horor selalu menempatkan subjek dalam film untuk memasuki domain monster atau misteri. Dalam Kelas Skenario (2018), Salman Aristo & Arief Ash Shiddiq menjelaskan penulisan skenario ke dalam tiga babak: (1) seorang karakter memiliki keinginan tertentu, (2) karakter tersebut berusaha mengejar keinginannya melalui suatu cara, dan (3) karakter mengalami hambatan yang memunculkan konflik hingga penyelesaian. Proses bertutur inilah yang kerap digunakan sineas Indonesia dalam mengisahkan mitos ke dalam film horor. Format ini dapat diidentifikasi pula pada salah satu film horor tentang mitos yang disutradarai oleh Chiska Doppert dan ditulis oleh Erry Sofid, Pulung Gantung: Pati Ngendhat (2025).
31 Agu 2025

GJLS (2025): Menertawakan yang Tidak Harus Ditertawakan
Setelah era kelompok Warkop DKI, tidak banyak kelompok komedi yang kemudian memproduksi film. Namun, tahun 2024 muncul sebuah film dengan judul Agak Laen (2024) yang sekaligus menjadikannya film komedi Indonesia terlaris sepanjang masa berkat raihan 9 juta lebih penonton. Agak Laen merupakan film yang digagas oleh kelompok siniar (podcast) dengan nama yang sama, Agak Laen. Format ini yang kemudian diadaptasi oleh kelompok GJLS yang memproduksi film berjudul GJLS: Ibuku Ibu-Ibu yang menampilkan Rigen, Rispo, dan Hifdzi sebagai dirinya sendiri.
29 Agu 2025

Tik-Tok sebagai Fenomena Filmis: Dari kepenontonan hingga demokrasi di Indonesia
26 Jun 2025

MEMVALIDASI STEREOTIPIKAL KORBAN PERUNDUNGAN DALAM PENATAAN KAMERA DAN NARATIF FILM LURUH (2025)
27 Jan 2025

TUHAN IZINKAN AKU BERDOSA UPAYA MENGGUGAT DETERMINISME DAN KEHENDAK BEBAS PADA PEREMPUAN DI INDONESIA
21 Jan 2025

Hitler Mati Di Surabaya Terpilih Nominasi Film Pendek Piala Citra
Suatu siang, publik dihebohkan dengan kabar penemuan makam Adolf Hitler seorang pemimpin Nazi di pemakaman Ngagel, Surabaya. Mitro (40), seorang penjaga makam diwawancarai oleh wartawan TV terkait penemuan tersebut. Mitro menjawab seadanya dengan ketidak tahuannya soal Hitler. Mitro dianggap sebagai artis oleh keluarga hingga para tetangganya, tidak sedikit dari mereka yang ingin swafoto bersama Mitro. Suatu ketika, istrinya mengatakan bahwa ia ingin sekali liburan. Mitro yang hidupnya pas-pasan hanya menjanjikan. Dia lalu mendapatkan ide untuk membuat wahana berbayar di makam tersebut. Pengunjung bisa masuk dalam bilik kain yang melingkari makam dan berfoto dengan Hitler di dalamnya, dengan Mitro yang berdandan seperti Hitler. Ia lalu mencari tahu siapa itu Hitler melalui internet. (sumber : https://acffest.com/katalog-film/hitler-mati-di-surabaya/)
20 Okt 2024

Rumah Masa Depan: Artikulasi Elit dan Alienasi Non-Elit dalam Kapitalisme Pedesaan
Film Rumah Masa Depan karya Danial Rifki tidak hanya menyajikan drama keluarga, tetapi juga mengangkat isu ekonomi-politik pedesaan, khususnya terkait kapitalisme dan dominasi elit. Cerita berpusat pada konflik antara menantu dan mertua, yang di baliknya menyimpan masalah elitisme di desa. Film ini menyoroti bagaimana kelompok elit, baik formal (Pak Lurah dan Bu Lurah) maupun informal (keluarga Sukri), memengaruhi dinamika ekonomi dan sosial, terutama dalam konteks pertanian.
31 Agu 2024

Pembuatan film "Asal Bapak Senang"
Minikino Event ke-8
23 Mei 2024

Hyper Reality, Repetisi; Refleksi dan Juxtaposisisi pada Film Budi Pekerti
Menguliti subjektivitas kolektif keluarga Bu Prani, analisis film "Budi Pekerti" ini membedah sebuah keluarga yang dihantam krisis viral di tengah kungkungan realitas semu era pandemi. Teks ini memetakan pertikaian laksana permainan catur tanpa ampun antara Kubu Putih (Bu Prani) melawan Kubu Hitam (netizen) melalui konsep kunci refleksi, repetisi, dan jukstaposisi. Pertarungan ini berujung pada cermin paralaks tanpa batas yang menelanjangi kedua kubu hingga tak ada bedanya, sementara hiperrealitas secara brutal “membunuh” keluarga dari dalam dan menobatkan entitas netizen sebagai hakim absolut yang maha benar. Analisis ini menegaskan bahwa "Budi Pekerti" bukanlah sekadar film, melainkan sebuah kritik radikal terhadap absolutisme kekuasaan siber, korupsi moral institusi, dan matinya budi pekerti.
26 Apr 2024

Kelas Orientasi ke-1
Kelas orientasi CinèAuf merupakan sesi diskusi yang membincang tentang penyatuan presepsi antar anggota dan identifikasi potensi masing-masing anggota. Namun, karena beragamnya latar belakang (termasuk capaian pengetahuan) membuat anggota sadar bahwa perlu dilakukan serangkaian kelas orientasi untuk menelisik lebih jauh pengetahuan tentang film terutama dari disiplin keilmuan film studies atau keilmuan non-film studies seperti cultural studies dan lain sebagainya untuk membekali peserta dengan basis pengetahuan yang fundamental. Kelas ini diharapkan dapat menarik gap pengetahuan antar-anggota sehingga berada pada capaian pengetahuan yang seimbang
13 Mei 2024